source: iwantirtabatik.com

Maestro batik asal Indonesia yang karyanya telah mendunia, Iwan Tirta, semasa hidupnya dikenal berdedikasi tinggi dalam melahirkan karya batik dengan desain exquisite yang legendaris, serta suguhan fashion show extravaganza. PT. Iwan Tirta yang meneruskan estafet kejayaan Iwan Tirta melalui label Iwan Tirta Private Collection dan berusaha mempertahankan reputasi tersebut dengan terus menjalankan komitmen yang dipegang semasa hidup oleh pendirinya. Bertempat di Ballroom Fairmont Jakarta, Iwan Tirta Private Collection kembali membawa kemegahan adibusana batik melalui fashion show tunggal “Dewaraja – Runway Collection 2015”.

“Dewaraja adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang pencapaian tertinggi spiritual secara universal. Dewaraja adalah konsep universal tentang penyatuan cahaya, yang saya pelajari dari perjalanan sejarah Majapahit pada abad ke-12 dan terdokumentasikan dengan baik dalam arsip yang terdiri lebih dari 10.000 motif yang didokumentasikan oleh mendiang Iwan Tirta. Koleksi Dewaraja diklasifikasikan ke dalam dalam 3 (tiga) sequence perjalanan menuju Dewaraja, yaitu Dualism, Reflection dan Light upon Light,” terang Era Soekamto, Creative Director Iwan Tirta Private Collection tentang konsep koleksi “Dewaraja – Runway Collection 2015”.

Konsep Dualism (Samsara Nirvana) mewakili potret kehidupan yang penuh dualisme dan referensi mayoritas diambil dari motif Batik Bali. Ide ini diinterpretasikan ke dalam rangkaian karya bernuansa hitam putih yang memberi kesan akhir lebih sharp dan mapan. Konsep kedua, Reflection diambil dari Kitab Siwaratri Kalpa. Sebuah konsep tentang berkaca dan refleksi yang terinspirasi dari kecintaan mendiang Iwan Tirta dalam mengeksplorasi motif berdimensi mirroring. Motif-motif mirroring tersebut dihadirkan dengan anggun dalam rangkaian high-neck dress atau flowing coat dresses. Sedangkan untuk kaum pria motif mirroring pada kemeja lengan panjang memberi kesan berwibawa sekaligus muda. Konsep terakhir, Light upon Light (Antahkarana), perjalanan menuju cahaya, banyak menghadirkan sumber motif yang berasal dari motif Modang, Parang Kemitir atau Polengan. Motif-motif yang didominasi warna hitam, emas dan silver tersebut tampil dalam wujud yang terasa lebih glamor sekaligus modern. Di bawah arahan Era Soekamto, esensi dalam eksplorasi sebuah motif menjadi karya desain, selalu mengacu pada nilai-nilai luhur kebudayaan serta bersinergi dengan relevansi gaya hidup masa kini. Sebuah prinsip yang mengakar pada warisan kebudayaan untuk kemudian menjalar pada generasi sekarang.

“Iwan Tirta selalu mengembangkan motif-motif kuno, dan motif kuno selalu berbicara tentang holistik dan spiritual, sesuatu yang transendental, berbicara tentang Ketuhanan. Hal tersebutlah yang saya jadikan pakem utama dalam mengembangkan motif-motif Iwan Tirta. Motif-motif batik Iwan Tirta juga selalu bercerita tentang leadership dan berasosiasi dengan batiknya para raja. Melalui Iwan Tirta Private Collection, saya ingin para apresiator dan loyalis batik dapat merasakan semangat leadership dan power yang dilahirkan ketika mengenakan karya-karya Iwan Tirta Private Collection. Sebuah simbol yang merepresentasikan status sosial, eleganitas dan kemapanan berpikir,” tambah Era Soekamto tentang filosofi desain Iwan Tirta Private Collection.

Sebagai satu-satunya luxurious heritage brand di Indonesia yang aktif membuka galeri karya di beberapa lokasi strategis dan prestisius di Indonesia, Iwan Tirta Private Collection dikenal tak hanya fokus menyuguhkan karya artisan dengan kualitas craftsmanship tinggi, juga dibarengi dengan aktif mengkomunikasikan filosofi pemikiran di balik setiap motif batik. Komunikasi tersebut secara intens disampaikan pada konsumen atau loyalis karya yang berkunjung ke galeri Iwan Tirta Private Collection. Bersamaan dengan pergelaran “Dewaraja – Runway Collection 2015” ini, Iwan Tirta Private Collection juga resmi meluncurkan pembukaan galeri ke-11, yaitu website Iwan Tirta Private Collection: www.iwantirtabatik.com. Sebuah online gallery yang dapat menjadi ruang pamer serta berbelanja koleksi terbaru, brand knowledge, sekaligus menjadi media komunikasi bagi konsumen dan apresiator karya Iwan Tirta Private Collection. Sebuah langkah yang semakin menguatkan reputasi Iwan Tirta Private Collection sebagai luxurious heritage brand yang selalu relevan dengan gaya hidup kini.

Motif yang filosofinya diambil dari filsafat kepemimpinan Hasta Brata tentang sifat alam yang agung (Bhumi atau bijaksana, Surya atau sumber kehidupan, Chandra atau pemberi semangat, Angkasa atau ketulusan, Maruta atau berlaku adil, Samudra atau sejuk dan pemberi kasih sayang, Dahana atau tegas dan berwibawa, serta Kartika atau penunjuk arah atau pemberi teladan) ini dipercaya sebagai filsafat yang relevan dengan kehidupan sekarang. Bahwa filsafat kepemimpinan dan kearifan keraton tersebut, tak hanya cocok diterapkan pada pemimpin Negara, pemimpin pemerintahan atau perusahaan besar, tetapi juga pemimpin keluarga. Konsep inilah yang diadaptasi oleh PermataBank yang memposisikan diri sebagai “Bank untuk Anda dan Keluarga” dengan kampanye tematik “Jutaan Keluarga. Satu Bank”.

Selain itu, pergelaran “Dewaraja – Runway Collection 2015” juga didukung penuh oleh Fairmont Jakarta, Niro Granite, Nescafe Dolce Gusto, Swarovski Lighting, Optik Seis, Lightworks, Soundsworks, 5aSec dan Hatten Wines. Dukungan penuh media partner juga ditunjukkan oleh MRA Printed Media (Majalah Harper’s Bazaar, Esquire, Her World, dan Hello Indonesia), serta The Jakarta Post. Selain dukungan dari para sponsor dan mitra kerja sama, tim kreatif juga mendapat dukungan dari LT Pro dengan Make-up Director oleh Dimas Singgih, aksesori oleh Rinaldy A. Yunardi, kreasi sepatu oleh Marista Santividya, visual oleh Julius Bramanto, aransemen musik oleh Windy Setiadi, serta koreografi oleh Ari Tulang.